Breaking News
recent

Kuliah di Jurusan Oseanografi, Bagaimana Suka Dukanya? oleh - ilmuoseanografi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website ilmuoseanografi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kuliah di Jurusan Oseanografi, Bagaimana Suka Dukanya?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Halo Optijen! Kenalin, aku Tsamara. Kali ini, aku berkesempatan untuk menulis artikel tentang kuliah di jurusan oseanografi untuk Oceanpulse (yay terima kasih Oceanpulse!). Semua yang aku ceritakan adalah murni dari pengalaman dan pengetahuan yang aku dapatkan selama tiga tahun berkuliah di jurusan oseanografi ITB. Jadi, bisa saja berbeda dengan apa yang didapatkan teman-teman mahasiswa oseanografi yang lainnya. Okay, jadi aku ceritakan beberapa suka dan duka kuliah di jurusan oseanografi, yang mungkin jarang diekspos! Yuk, disimak!

Mata Kuliah di Jurusan Oseanografi

Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari laut. Basis ilmu oseanografi adalah sains, khususnya fisika. Dari tingkat satu sampai tingkat tiga selalu ada matkul (mata kuliah) yang menguras otak. Pada tingkat satu, aku belajar sains dasar beserta praktikum, seperti fisika, matematika, kimia, dan pengenalan IT. Selanjutnya, di tingkat dua aku belajar dasar oseanografi, seperti pendahuluan oseanografi, fisika matematika, mekanika fluida, hidrodinamika, dan komputasi. Memasuki tingkat tiga, mulailah mendalami oseanografi. Matkul tingkat tiga contohnya arus laut, pasang surut air laut, gelombang laut, pemodelan oseanografi, selam, dan survei hidro-oseanografi. Kalau tingkat akhir, matkul yang diambil matkul pilihan (dan tugas akhir tentunya), jadi menyesuaikan saja dengan apa yang ingin dipelajari lebih dalam lagi.

Mata Kuliah Berantai

Dengan sebagian besar matkul yang disebutkan, kelihatan kan kalau belajarnya pusing banget? Sebenarnya aku suka dengan pelajarannya, tapi yang menjadi duka adalah matkul-matkul tersebut berantai. Banyak sekali matkul yang memiliki prasyarat. Contohnya, ketika memasuki semester III, ada matkul komputasi. Untuk bisa mengambil matkul komputasi aku harus telah mengambil matkul pengenalan IT. Berlanjut ke semester IV, untuk bisa mengambil matkul metode numerik, aku harus telah mengambil matkul komputasi. Lanjut lagi ke semester V, aku harus telah mengambil matkul metode numerik untuk bisa mengambil matkul pemodelan oseanografi I. Belum beres guys, masih berlanjut. Di semester VI, agar bisa mengambil matkul pemodelan oseanografi II, aku harus telah mengambil matkul pemodelan oseanografi I. Terus, di semester VII, untuk bisa mengambil tugas akhir aku harus apa? Harus punya nawaitu dan tekad yang kuat dong hehe.

Cermat dalam Memilih Matkul yang Diambil

Adanya rantai matkul ini sangat merepotkan jika aku tidak mengambil salah satu matkul prasyarat, karena sebagian besar matkul hanya dibuka di salah satu semester ganjil atau genap. Sekalinya tidak ambil, ambilnya harus tahun depan. Hal ini bisa mengganggu rencana studi. Bagaimanapun, matkul berantai ini memiliki sisi positif. Jika sudah dipahami dari awal, akan tersadar bahwa kita perlu untuk cermat dalam memilih matkul yang akan diambil dalam satu semester. Lagipula matkul berantai bisa membantu kita dalam mempelajari dan memahami oseanografi seutuhnya karena tidak akan ada yang terlewat. Nantinya jadi oseanografer yang 'anti kaleng-kaleng' guys.

Mata Kuliah Beragam

Aku tidak akan lupa untuk menceritakan betapa beragamnya matkul di oseanografi. Selain matkul yang sudah aku sebutkan sebelumnya, masih ada matkul yang lain. Ada oseanografi biologi, oseanografi kimia, oseanografi geologi, oseanografi perikanan, mitigasi bencana laut, penginderaan jauh oseanografi, ekowisata bahari, dinamika gelombang panjang, tsunami dan gelombang ekstrim, biogeokimia laut, manajemen pesisir laut, dan lain lain. Dengan beragamnya mata kuliah di oseanografi, aku tidak hanya mendapat ilmu tentang laut di satu aspek, melainkan hampir di segala aspek walaupun tidak mendalam pada semua aspeknya.

Keuntungan Mata Kuliah Beragam

Keuntungan dari beragamnya matkul adalah pandangan tentang laut menjadi terbuka luas. Bisa mengetahui kalau ternyata masih banyak sekali aspek yang potensial untuk dikembangkan di laut Indonesia. Pilihan untuk mendalami suatu topik permasalahan tentang laut tersedia banyak, menantang diri untuk menentukan "Which problem is best for me to solve?".

Keuntungan lainnya adalah tidak bosan dalam menjalankan kegiatan perkuliahan. Dalam satu minggu, aku tidak hanya berkutat dengan persamaan matematis, tidak juga hanya ngoding sampai pusing, tapi belajar juga ilmu-ilmu menarik lainnya. Belajar kandungan dan kualitas air laut, belajar makhluk hidup yang ada di laut, belajar hukum untuk laut dan pesisir, belajar cara mitigasi bencana laut, belajar strategi pariwisata laut, dan lain lain. Kegiatan kuliah juga jadi sangat beragam. Selain kuliah tatap muka di kelas, ada praktikum di lab komputer dan lab kimia, praktikum selam di kolam renang, dan yang paling seru kuliah lapangan di laut!

 

Baca JugaBincang-Bincang Jurusan Oseanografi

 

Butuh Amunisi

Semua jurusan kuliah ada kebutuhannya masing-masing. Mahasiswa seni rupa memerlukan alat-alat melukis dan membuat karya seni lainnya, mahasiswa informatika membutuhkan komputer dengan program-program tertentu, dan sebagainya. Kalau oseanografi, apa saja 'amunisi' yang dibutuhkan? Personal computer is a must. Laptop akan diisi dengan berbagai macam program untuk pengolahan data, visualisasi data, dan juga programming. Selama tiga tahun ini, aku menggunakan beberapa software. Ada Global Mapper, ArcGIS, Surfer, Ocean Data View, GrADS, Seadas, Matlab, Scilab, dan yang tidak boleh dilupakan, Microsoft Excel! Inilah sumber derita bagi laptop. Terkadang laptop tidak kuat menanggung beban software, atau menjadi sangat lemot. Untuk hal ini, aku hanya bisa sabar. Lagi-lagi dibalik duka masih ada sisi positifnya, aku jadi belajar bersabar.

Sebenarnya, di kampus ada lab (laboratorium) oseanografi yang berisi komputer-komputer untuk digunakan mahasiswa. Namun karena jumlahnya terbatas, komputer diprioritaskan untuk digunakan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Ada juga lab komputer namun jam penggunaannya terbatas, biasanya kita menggunakannya saat jam praktikum saja. Maka dari itu dibutuhkan laptop untuk mengerjakan tugas.

Kuliah Lapangan

Bagian favoritku dari kuliah di jurusan oseanografi adalah kulap (kuliah lapangan), karena bisa sekalian jalan-jalan ke laut. Pada semster III, diselenggarakan kulap untuk matkul pendahuluan oseanografi dan oseanografi biologi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Lumayan membutuhkan waktu untuk menuju tempat kulap, maklum kampusnya jauh dari laut. Kegiatan kulap dilaksanakan dalam satu hari. Untuk matkul pendahuluan oseanografi, kegiatannya mengukur kecepatan arus, kualitas air laut, batimetri, pasang surut, garis pantai, dan juga parameter meteorologi. Beberapa pengukuran dilakukan di tengah laut menggunakan perahu, seru sekali! Ada juga yang santuy seperti pengukuran pasang surut, pengambilan datanya dilakukan setiap 10 menit, jadi sambil menunggu bisa bersantai. Sedangkan untuk matkul oseanografi biologi, dilakukan pendataan biota laut seperti mangrove dan lamun, pendataan jenis sampah, dan pengambilan sampel plankton.

kuliah di jurusan oseanografi

Pengambilan Sampel Plankton pada Kuliah Lapangan Oseanografi Biologi

Gagal Kulap

Setelah selesai kegiatan kulap, kita menginap di Pulau Pari semalam. Esok paginya, ada rentang waktu untuk kegiatan bebas sebelum pulang siang harinya. Senang sekali bisa refreshing di pulau di antara padatnya jadwal kuliah, walaupun sesudah kulap ada laporan yang harus dibuat. Pada semester VI, ada beberapa kulap yang seharusnya diselenggarakan beberapa matkul, antara lain matkul oseanografi lingkungan, survei hidro-oseanografi, selam, dan juga beberapa matkul pilihan lainnya. Namun karena awal tahun 2020 terjadi pandemi corona, maka kulap tidak jadi diadakan. Aku sedih, apalagi telah mendengar banyak cerita dari kakak tingkat tentang keseruan kuliah lapangan survei hidro-oseanografi yang dilaksanakan selama dua minggu di Bali. Tapi tidak apa-apa, pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, bukan? Semoga kondisi segera membaik dan kulap-kulap bisa diadakan kembali.

Selain menyenangkan, kulap sangatlah berguna dalam membantuku memahami oseanografi secara nyata. Aku jadi mengetahui bagaimana kondisi laut serta cara untuk mendapatkan data dari survei lapangan. Dan yang tidak kalah berharga adalah soft skill dalam kerja tim dan manajemen kegiatan lapangan. Hal ini sangat penting bagi oseanografer nantinya, agar tidak hanya mampu melakukan pengolahan data, tetapi juga pengambilan data secara langsung di lapangan, plus mumpuni dalam etika kerja.

 

Baca Juga: Pengalaman Kuliah di Jurusan Oseanografi

 

Teman Layaknya Saudara

Jurusan oseanografi belum banyak ada di Indonesia. Jumlah mahasiswa dan alumni tergolong tidak banyak apabila dibandingkan dengan jurusan kuliah yang lebih familiar bagi masyarakat. Jumlah mahasiswa oseanografi ITB angkatan 2017 ada 39 orang. Tiap tahunnya, mahasiswa aktif di jurusan oseanografi ITB kurang dari 200 orang. Dosennya pun tidak banyak dibandingkan jurusan lain. Di lingkungan akademik dengan jumlah orang yang tidak banyak, aku bisa dengan mudah mengenal hampir semua orang di lingkungan kuliahku ini. Dosen dan mahasiswa saling kenal dengan baik. Begitu juga hubungan antar sesama mahasiswa, baik yang satu angkatan maupun yang beda angkatan, kita saling mengenal dengan baik. Terlebih dengan teman satu angkatan, rasanya sudah seperti saudara.

Kebersamaan dalam Segala Hal

Sejak masuk jurusan, aku dan teman-teman seangkatan oseanografi telah ditempa bersama-sama. Osjur (ospek jurusan) telah menekankan dan menanamkan sifat dan nilai kekeluargaan, toleransi, dan kerja sama secara total. Kegiatan perkuliahan pun tidak bisa lepas dari kebersamaan satu angkatan, kecuali saat ujian individu. Mengerjakan tugas seringkali bersama-sama, karena materi yang susah memaksa kita untuk diskusi, yang paham membantu yang belum paham. Belajar untuk ujian bersama-sama, saling mengingatkan tentang materi hingga jadwal.

Menyiapkan bahan praktikum atau perlengkapan kuliah lapangan juga dilakukan bersama-sama. Aku dan teman-temanku suka mengerjakan tugas di sekretariat himpunan hingga larut malam hingga diusir satpam. Akhirnya kita mengerjakan di indekos salah satu atau beberapa orang, agar bisa tetap nugas bareng. Dengan mengerjakan tugas bersama, akan mudah terbantu jika menemui kesulitan, tidak kesepian pula. Saat sedang tidak banyak tugas, kita suka main, entah berenang, nonton film di bioskop ramai-ramai, menginap di rumah salah satu dari kita, sampai jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Bandung. Banyaknya kegiatan yang dilakukan bersama satu angkatan ini membuat tiap-tiap angkatan mahasiswa oseanografi sangat solid, dan biasanya memiliki ciri khas.

Komunitas yang Suportif

Kegiatanku juga tidak hanya tentang kuliah. Himpunan mahasiswa jurusanku adalah himpunan yang aktif dan memiliki banyak sekali kegiatan, dari kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kelautan, sharing session bersama alumni atau dosen, ekskursi, pengabdian masyarakat, hingga kegiatan internalisasi yang asyik seperti makrab dan olahraga bersama. Berkegiatan di himpunan memberikan banyak manfaat sekaligus, peribahasanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Selain menunjang kemampuan dalam bidang oseanografi, aku bisa mendapatkan ilmu lain yang pasti sangat berguna, seperti manajemen organisasi, komunikasi, dan lain-lain. Teman kerja di himpunan juga sangat menyenangkan dan suportif. Kalau saja tidak aktif berkegiatan di himpunan, pasti ada yang kurang rasanya.

Kuliah di jurusan oseanografi

Kegiatan Olahraga Bersama Himpunan

Alumninya pun Keren!

Alumni oseanografi juga tidak kalah keren. Karena jurusan oseanografi tergolong muda usianya, alumninya pun tidaklah sebanyak alumni jurusan lain. Namun banyak alumni yang sukses dan menginspirasi. Berbagai profesi yang telah dan sedang dilakoni alumni oseanografi antara lain ocean modeller dan engineer (metocean engineer, marine seismic engineer, coastal engineer, dll) di perusahaan swasta, peneliti di instansi pemerintah, dosen, dan konsultan seperti Oceanpulse. Ada juga alumni yang bekerja di NGO dalam ranah konservasi, lembaga dalam ranah kebencanaan, dan lain sebagainya. Alumni yang tergabung dalam perkumpulan alumni pun suka memberikan informasi dan mendukung mahasiswa oseanografi dalam berbagai bentuk.

Itulah beberapa suka dan duka dari sudut pandangku sebagai mahasiswa oseanografi. Sepertinya tidak terlalu saklek ya, yang diceritakan tadi suka atau duka sih sebenarnya? Kembali ke perspektif masing-masing saja. Bagiku lebih banyak suka daripada duka. Bahkan di bagian duka pun masih ada sisi positifnya. Jika ditanya apakah aku nyaman dan senang kuliah di jurusan oseanografi? Definitely, yes! Aku adalah salah seorang yang semakin bertambah semester, semakin suka dengan kuliahnya, semakin merasa yakin bahwa aku berada di jurusan yang tepat. Semoga teman-teman juga ya, apapun itu jurusannya. Sampai jumpa, salam bahari!

 

Referensi

Struktur Kurikulum Program Studi Oseanografi, diakses melalui laman akademik mahasiswa https://akademik.itb.ac.id/app/mahasiswa:12917037/kurikulum/struktur (6/8/2020)

Artikel oleh Jefry Simanjuntak (2016), Kenapa Jurusan Kelautan/Oseanografi ITB Tidak Prospektif di Indonesia? (Katanya) https://etrangersurnantes.wordpress.com/2016/08/06/kenapa-jurusan-kelautanoseanografi-itb-tidak-prospektif-di-indonesia-katanya-2/ (6/8/2020)

 

Penulis:

Tsamara Tsabita

Creative Information and Communication Intern OceanPulse

 

Itulah tadi informasi mengenai Kuliah di Jurusan Oseanografi, Bagaimana Suka Dukanya? dan sekianlah artikel dari kami ilmuoseanografi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

topglobal98

topglobal98

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.